Selasa, 17 Februari 2015

SEDERHANA TAPI KREATIF


Seperti tidak pernah ada habisnya. Cerita tentang komunitas kreatif yang selalu berbuat. Melakukan sesuatu secara ikhlas, tanpa pamrih dan penuh dengan kesungguhan. Sekolah ini, SMPN 23 Surabaya adalah sekolah di tengah kota. Kotanya pun bukan kota kecil, melainkan kota Surabaya yang hanya beda tipis dengan Kota Jakarta. Bisa kita banyangkanlah, seperti apa umumnya sekolah di kota, lahan yang sempit murid yang banyak, dan guru yang cuek dengan tamu karena sedang sibuk menyelesaikan urusannya masing-masing.

Keadaan berbeda itu kami dapatkan di sini. Banyak hal kreatif yang telah dilakukan warga sekolah, guru, siswa, dan kepala sekolahnya. Contohnya adalah pemilihan sekolah untuk melaksanakan program Eco School. Dengan program ini, sekolah menjadikan tanaman hijau sebagai murid kedua. Para tanaman ini ditanaman dan dirawat dengan baik. Kita tahu, setiap satu helai daun dari pohon yang ditanam membutuhkan air. Nah, di kota itu kan air menjadi kebutuhan yang belum tentu bisa disediakan oleh Kota Pahlawan ini. Maka dari itu, agar pohon ini tetap hidup subur dan cukup air, maka air hujan harus ditangkap dan kesuburan dari serasah daun harus diperangkap. Semua dalam satu tempat yang bernama Biopori.

Kita butuh air, biopori bisa membantu menyimpankan air saat musim hujan untuk kita gunakan kala kemarau datang. Tanah butuh hara agar subur, maka biopori menyediakan hara makanan untuk akar-akar tumbuhan yang ditanam di halaman sekolah. Biopori, sederhana sekali, namun belum semua kita pernah mebuat biopori ini. Ibu Kun, penanggung jawab lingkungan sekolah, menyatakan bahwa di sekolah ini ada 800 lebih biopori yagn dibuat oleh siswa dan guru. Tanah digali dengan alat sederhana. Kedalaman lubang adalah 1 meter dan diameter disesuaikan dengan paralon yang akan digunakan.

Biopori yang ada dalam lubang ini pada musim hujan akan menyerap air dan menyimpannya. Lubang paralon itu juga bisa diisi dengan daun tumbuhan yang gugur ke Tanah. Dua persoalan selesai. Hujan yang dianjijkan Tuhan menjadi berkah, benar-benar bisa diwujudkan. Sampah yang biasanya mengganggu keindahan, kini telah berhasil ditabung. Bahkan produksi sampah yang telah menjadi kompos di sekolah ini bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan sekolah selain dana BOS.

Para siswa juga dilatih unuk berbagi dan menjadi insan yang bermanfaat untuk lingkungannya. Pembuatan biopori di sepanjang jalan raya yang ada di depan sekolah adalah manifestasi adanya karakter positif pada diri siswa. Betapa besar manfaat dari sebuah lubang yagn bernama Biopori ini. Semoga segala penghargaan atas segudang kreatifitas SMPN 23 Surabaya ini bisa memberikan inspirasi bagi kita untuk terus berbuat sesuatu yagn bermanfaat.  Kesadaran akan besarnya manfaat biopori merupakan buah program literasi yang telah dijalankan sekolah ini. Semoga sekolah lain mengikuti jejak mulia warga SMPN 23 Surabaya.

Salam literasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar