Kamis, 05 Februari 2015

KERJA SAMA TIM SANGAT PENTING



Upacara Bendera di sekolah masih menjadi kontroversi. Ada yang menolak pelaksanaannya dan ada juga yang mendukung. Berbagai argument pun mengalir bersahutan tentang perlu tidaknya kegiatan upacara bendera ini di setiap sekolah di Indonesia. Tulisan ini tidak bermaksud menambah perdebatan tiada akhir ini. Sebagai Plt Kepala Sekolah, saya hanya ingin menuliskan pengalaman 3 kali upacara bendera yang telah  dilaksanakan di SMKN Taman Fajar.

Senin, 19 Januari 2015 saya diminta untuk menjadi pembina upacara. Pertama kali itu saya lakukan dalam kapasitas sebagai kepala sekolah. Luar biasa, dalam pelaksanaannya begitu banyak kekurangan. Siswa yang datang telambat, pengaturan barisan peserta upacara yang belum terkordinir dengan baik, dan persoalan-persoalan teknis lainnya secara nyata masih ada. Namun pelan tapi pasti, seluruh perbaikan mulai dilakukan oleh seluruh komponen tim.

Upacara pada senin berikutnya, tanggal 16 Januari 2015, Alhamdulillah berjalan sukses. Upacara kedua yang saya ikuti di sekolah ini sudah leibh baik dari hari senin lalu. Betapa barisan sudah teratur sebelum upacara dimulai. Ada beberapa rekan guru yang aktif membantu saya, baik di dalam maupun di luar pagar. Siswa yang terlambat masih ada, namun sudah jauh berkurang.  Ya, Nampak ada perbaikan setelah tim (dewan guru) melakukan kerja secara bersama-sama. Hingga sampailah pada upacara yang ketiga.



Gambar di atas adalah petugas pengibar bendera pada upacara senin, 2 Februari 2015. Kali ini upacara jauh lebih tertib. Petugas pelaksana sudah melakukan latihan selama satu minggu. Latihan dibimbing oleh PEmbina OSIS, Ibu Megawati. Tentu saja dibantu oleh guru lain. Ada kebanggaan tersendiri tatkala melihat anak didik kita punya keberanian untuk tampil. Keberanian yang hanya mungkin didapatkan melalui praktek menjadi petugas. Dan menggerek bendera adalah tugas tersulit dalam rangakaian kegiatan upacara. Betapa tidak, hal ini menuntut adanya kekompakan 3 orang petugas.



Kegiatan upacara bendera mewakili begitu banyak latihan dan melibatkan banyak orang, guru dan siswa. Kerjasama tim di sekolah amat menentukan kualitas sebuah upacara. Jika upacara sukses, itu menandakan latihan yang dilakukan telah berhasil memberikan keterampilan bagi para petugasnya, termasuk guru yang menjadi Pembina Upacara. Sosok pembina pada Upacara Bendera kemarin mewakili kaum peremupuan. Ibu Betty Wulandari berdiri dengan percaya diri sebagai pembina upacara. Di hadapan beliau berdiri pemimpin upacara yang juga seorang siswi. Luar biasa, petugas upacara hari itu didominasi oleh kaum perempuan. Memang ada kelas pada jurusan tertentu yang sedikit murid laki-lakinya. Jadinya siswi yang kebagian sebagai pelaksana tugas.

Matahari pagi membagi sinarnya sama rata. Secara teori sinar mentari pagi bagus untuk kesehatan, pertumbuhan tulang kita membutuhkan sinar matahari pagi bila kita ingin sehat. Semoga saja rutinintas ini bisa dilaksanakan dengan rileks, menyehatkan dan bisa membangun kekompakan. Sebagai kepsek sementara, saya cuma bisa bilang "terima kasih tim, mari tingkatkan terus kerjasama di antara kita!:

Sampai jumpa di hari senin berikutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar