Sabtu, 24 Januari 2015

NEGERI PETARUNG


Tiba-tiba saja kegaduhan di jagat Indonesia meningkat. Pertarungan baru tersaji meski laga lama belum lagi usai. Kegaduhan terus diproduksi - ada yang malah direproduksi - menjadi komoditi trendi. Kegaduhan yang muncul memang telah nyata mampu menghilangkan duga tragedi terbantingnya AirAsia di selat Karimata awal bulan lalu. Berbagai kegaduhan yang nampaknya terpola sejalan dengan nafsu kuasa, meski atas nama keadilan atau hokum sekalipun.

1. Ahok vs FPI
Beruntung sekali pelantikan pak Ahok sebagia gubernur tidak menimbulkan kerusakan parah seperti yang terjadi Mei 1998. Pelantikan wakil gubernur menjadi gubernur karena sang DKI 1 Jokowi terpilih jadi RI 1. Kursi Gubernur pun kosong. Ahok sebagai wagub dipilih menggantikan sang gubernur, namun arus penolakan terjadi. Ada yang menolak dengan cara terang terangan, tetapi ada juga yang menolak tapi diam. Diam karena tak punya kuasa untuk menyuarakan penolakan secara lantang.
FPI merupakan salah satu ormas yang berani bersuara. Perbedaan keyakinan Agama menyulut pertikaian Ahok vs FPI. Lemparan batu di kantor Dewan DKI pun terjadi. Beruntung tidak ada korban jiwa. Pertarungan tidak menyurut meski sang Gubernur kini telah dilantik, sudah punya wakil juga. FPI tetap melawan dan melantik gubernur tandingan.

Semoga saja pertarungan itu tidak meluas dan menimbulkan korban. Urusan politik memang begitu, cepat naik tensi tiba-tiba bisa turun.

2. Menteri KKP Susi vs maling ikan
Tomboy gayanya. Saat dilantik menjadi menteri ada yang meragukan kemampuannya. Maklum, cuma tamatan SMP. Moralnya diasumsikan tidak bagus. Karena ditemukan tato di kakinya (gak tahu di bagian lain ada atau tidak tato). Yang jelas menteri susi tidak diprediksi menjadi terkenal, sangat terkenal seperti saat ini. Bagaimana tidak, dia adalah menteri perempuan yang mendapat sorotan dunia berkat kebijakannya. Kebijakan yang diambil untuk mengembalikan kedaulatan bangsa Indoensia di laut. Kebijakan yang diarahkan untuk memanfaatkan hasil laut sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat.
Sudah lebih dari 3 kapal pencuri ikan ditenggelamkan. Tiada ampun bagi para pencuri ikan di Laut Indonesia. Berani mencuri, artinya kapal tidak bisa kembali ke negeri tuannya. Kita doakan semoga sepak terjang bu menteri ini bisa membersihkan laut Indonesia dari para pencuri ikan. Sehingga nantinya ikan-ikan itu bisa ditangkap oleh nelayan dalam negeri. Tapi jangan lupa ya bu susi, harga ikannya jangan sampai kemahalan. Maklum, dollar lagi gak bersahabat....hehehe

3. KPK vs POLRI
Beberapa waktu lalu KPK menjadikan BG, calon Kapolri, sebagai tersangka. Belum jelas juga tersangkanya karena apa. Kabarnya BG diduga memiliki rekening gendut. Atau mungkin ada kasus lain, kita masih sama-sama menunggu. Yang jelas, karena status itu, BG ditunda untuk menjabat Kapolri. DPR memang telah meluluskan budi dalam Fit and Proper Test. Tapi tetap saja status hokum membuat pak Pres menunda pelantikannya.
Mungkin pun hanya kebetulan, kemarin  Polisi menangkap BW, wakil KPK, sebagai tersangka kasus Pilkada di Kalimantan. Kasusnya sih sudah terjadi saat pilkada 2010 lalu. Namun, pihak polisi menyatakan bahwa penangkapan ini karena ada bukti baru dan ada yang ngadu Kapolri.
Saling tangkap, saling intip, saling intai, saling tuduh, mungkin juga saling sadap akan mewarnai kasus BG dan BW ini. Semoga gak membesar. Dan semoga juga tidak benar asumsi public bahwa ini bukan lagi kasus CICAK Vs BUAYA, tetapi telah menjadi kasus Buaya lawan Komodo.

Ingat pesan pak Pres, harus sinergi, jangan ada Gesekan, apalagi gosokan. Itu bisa berbahaya.

4. Kurikulum 2013 vs Kurikulum 2006
Dahsyat sekali pertempuran yang keempat ini. Saling tarik saling ulur hingga kini. Ini pertempuran paling mengerikan, karena melibat otak anak, guru, orang tua, dan bahkan pemerintah, khususnya pemeirntah daerah. Belum ada tanda-tanda yang mau mengalah. Dua kurikulum ini tetap maju ke arena. Siap bertempur untuk saling mengalahkan.
Keduanya digadang-gadang punya kelebihan yang unik. Keunikan yang menjadi alas an pemberlakuannya tahun ini juga, semester ini juga, SEKARANG.
Dalam banyak diskusi semua teriak belum siap 13. Kami pilih 06. Dan banyak bisikan agar saya mendukung kombatan sang KTSP 2006. Namun apalah daya, palo diketok dan K13 dengan girang menguasai daerah pertempuran aceh timur.
Angin baru berhembus. K-13 digugat kembali. Akankah K-2006 bisa memenangkan pertempuran dalam waktu dekat ini. Dukungan dari Mendagri pun akan makin membuat pertarungan ini makin seru.


Begitu banyak pertempuran dan pertentangan yang sedang eksis di negeri ini. Negeri yang aman damai tiba-tiba berubah menjadi petarung. Banyak sekali pertarungan, utamnya sesame penghuni negeri ini sendiri. Ah, kenapa semua ini dialami bangsa yang sangat besar ini. Benarkah ini bagian dari perbaikan system secara alamiah. Perbaikan dari kejenuhan kehidupan berbangsa dan bernegara yang belum juga bisa bawa rakyatnya jauh dari jurang gelisah. Belum bisa mewujudkan satu kata yagn dulu menjadi cita-cita bersama "Indoensia yang sejahtera".

Selamat bertarung, jangan lupa untuk tetap menjagai perdamaian....