Sabtu, 01 Februari 2014

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR #2

METODE DISCOVERY DAN INQUIRY

Discovery dan Inquiry merupakan dua buah teknik yang berpusat pada peserta didik. Kedua teknik ini sepintas sepertinya sama, tetapi bila telah dipraktikkan ternyata mempunyai perbedaan. Berikut akan dijelaskan gambaran umum kedua teknik pembelajaran yang sangat menarik ini.

1. Teknik Penemuan (Discovery)
Teknik Penemuan adalah terjemahan dari Discovery. Menurut Sund dalam Roestiyah (2001), discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Proses mental tersebut meliputi: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya. Suatu konsep misalnya : segitiga, panas, demokrasi dan sebagainya, sedangkan yang dimaksud dengan prinsip antara lain logam apabila dipanaskan akan mengembang. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.
Discovery pada pelaksanaannya dapat mengubah situasi belajar dari teacher dominated learning menjadi situasi student dominated learning. Teknik ini juga melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri, sehingga anak dapat belajar sendiri.
Teknik ini memiliki keunggulan sebagai berikut:
  • Membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan ketrampilan proses kognitif siswa.
  • Membangkitkan gairah belajar siswa
  • Memberikan kesempatan pada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing
  • Meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan proses penemuan sendiri
  • Berpusat pada siswa, guru h anya sebagai temat belajar saja, bila diperlukan

Namun teknik ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
  • Siswa harus memiliki kesiapan dan kematangan mental agar berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.
  • Teknik ini kurang cocok untuk kelas  yang terlalu besar
  • Ada yang berpendapat proses mental ini terlalu mementingkan porses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan ketrampilan bagi siswa.
  • Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif


2. Teknik Inquiry
Inquiry adalah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris. Cara penggunaan teknik ini di dalam kelas adalah sebagai berikut:
  • Guru membagi tugas kepada kelas untuk meneliti sesuatu masalah
  • Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan
  • Setiap kelompok mempelajari, meneneliti, atau membahas tugasnya di dalam kelompok.
  • Setelah hasil kerja mereka dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik.
  • Laporan ini dilaporkan dalam sidang pleno, dan terjadilah diskusi secara luas.
  • Sidang pleno menghasilkan kesimpulan yang akan dirumuskan sebagai kelanjutan kerja kelompok.
Inquiry menandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan. Teknik ini mampu menumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka, dan sebagainya. Pada akhirnya dengan teknik inisiswa dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama.

Teknik inquiry ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
1. Dapat membentuk dan mengembangkan “sel-cocept” pada diri siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentagn konsep dasar dan ide-ide lebih baik
2.   Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
3.   Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur, dan terbuka.
4.   Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
5.   Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik
6.       Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang (menarik).
7.       Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu
8.       Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri
9.       Menghindari cara-cara belajar yang monoton
10.Memberikan waktu pada siswa secukupnya, sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.

Untuk meningkatkan teknik inquiry dapat ditimbulkan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1.       Membimbing kegiatan laboratorium
2.       Modifikasi inquiry
3.       Kebebasan inquiry
4.       Inquiry pendekatan peranan
5.       Mengundang ke dalam inquiry
6.       Teka-teki bergambar
7.       Synectics lesson
8.       Kejelasan nilai-nilai

Demikianlah paparan singkat dua teknik pembelajaran, yaitu teknik Discovery dan Inquiry, semoga bermanfaat.

Referensi : Roestiyah N.K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar