Rabu, 26 Februari 2014

FUNGSI DOKUMENTASI BAGI PENDIDIK

"Kita tidak bisa kembali ke masa lalu."
Dokumentasi Seminar
Tidak bisa dibantah kebenaran kalimat yang sudah tua ini. Waktu yang telah berlalu dan telah menjadi masa lalu memang tidak mungkin bisa didatangi lagi. Mesin waktu dari kantong sakti doraemon pun belum ada wujud aselinya, masih sebatas imajinasi orang-orang pintar di Jepang.

"Andai bisa kembali ke masa lalu saya akkan melakukan lebih banyak hal yang positif."
Bisikan hati orang-orang yang sadar di masa depannya tentang betapa pentingnya pengalaman di masa lalu itu. Banyak kesempatan melakukan perbuatan positif pada saat ini yang berlalu tanpa hal berarti. Itulah pentingnya waktu sebagaimana banyak dituliskan dalam Kitab Suci. Orang-orang yang pandai menghargai waktu, walau berbuat hal kecil pun namun dilakukannya di waktu yang tepat, biasanya akan menemukan kesuksesan di masa depan.

“Masa lalu tidak bisa didatangi lagi, namun pengalaman masa lalu itu bisa dibawa ke
Pelatihan Guru
masa depan.” 
Pengalaman adalah oleh-oleh dari masa lalu. Begitu banyak detik-detik yang kita lalui sebagai pendidik di sekolah, bersama siswa, teman sejawat, kepala sekolah, dan warga sekolah lainnya, tentu akan menghasilkan pengalaman yang bermanfaat buat kehidupan di masa depan. Oleh karena itu ingatan terhadap kejadian masa lalu harus terjaga agar bisa terus kita bawa dan menjadi pedoman bagi orang-orang yang membutuhkannya di masa kini.

Olimpiade Sains SD
“Seiring berjalannya waktu dan bertambah pula usia, semakin lemah lah daya ingat memori kita terhadap pengalaman di masa lalu.”
Setiap yang baharu punya masa pakai. Ibarat mesin tentu ada masa garansinya. Otak ini pun begitu pula adanya. Masa cemerlangnya akan berkurang seiring perjalanan waktu. Apa yang diingat oleh otak manusia tentu bisa saja lupa sedikit demi sedikit seiring perjalanan waktu. Tanpa alat bantu kita bisa saja lupa nama siswa kita 5 tahun lalu. Kita tentu tidak dapat mengingat kisah pembelajaran kita hari demi hari yang terjadi di masa lalu. Walau biasanya kita ingat betul wajah murid kita yang paling pandai, yang paling bandel, yang suka bolos, yang nunggak uang fotokopian dan belum dibayar sampai sekarang. Itulah, ada juga rupanya ingatan yang lengket kaya ulat bulu keket, susah pula untuk dilupakan.

“Dokumentasi, mencegah hapusnya ingatan penting di masa lalu dari memory otak.”
Pesantren Wirausaha Jonggol
Seorang guru harus berada di dalam kelas selama 24 x 45 menit setiap minggu. Bila setiap kelas pertemuan berlangsung selama 2 x 45 menit, maka guru atau pendidik akan bertugas di dalam 12 kelas. Bila rata-rata jumlah siswa per kelas ada 32, maka guru akan merekam ingatan pengalaman masa lalu sebanyak 12 x 32 orang. Banyak yang unik, tidak sedikit kejadian menarik yang akan menjadi istimewa saat disajikan di masa kini. Oleh karena itu dibutuhkan alat bantu berupa hasil dokumentasi. Selain dengan otak kita yang terhubung dengan indera, para guru ada baiknya melakukan rekaman juga menggunakan teknologi, seperti kamera HP untuk mengambil foto, rekaman video dari webcam
Seminar Hasil PTK
komputer/laptop. Hasil dokumentasi inilah yang membantu otak kita saat ada sesuatu yang penting tapi kita terlupa. Apa yang telah dilakukan oleh guru senior 20 tahun yang lalu masih bisa kita nikmati dan tentu saja dapat mengambil hikmah dan pelajarannya apabila ada dokumentasi yang tersaji di masa kini. 

“Sudahkah guru memiliki bekal dokumentasi yang cukup untuk “dihidangkan” bagi guru lain pada 10 atau 15 tahun mendatang?”
Penting menanamkan kesadaran pada guru agar memiliki warisan dokumentasi, baik berupa dokumentasi yang berupa tulisan, gambar, maupun video atau film. Inilah warisan akademik yang sangat berharga bagi dunia pendidikan masa depan. Jangan sampai generasi kita
TWC 2
mengadopsi prilaku orang lain karena memang orang lain itulah yang menawarkan dokumentasi terlengkap buat generasi masa depan.

Bila anda guru, sudahkah membuat dokumentasi suasana kelas anda hari ini?
Ada begitu banyak dokumentasi berupa foto dan video. Meski usianya baru 5 tahun dan tersimpan rapih di dalah notebook, tapi saat disajikan minggu lalu beberapa potongan video di sebuah kelas terasa bahwa itu sudah begitu jadul. Namun siswa semuanya senang bisa belajar dari aktivitas kelas abang dan kakak  nya tempo doeloe.

Mari kita dokumentasikan masa kini agar generasi masa depan bisa belajar dari masa lalu kita...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar