Minggu, 16 Februari 2014

VALIDITAS DALAM PTK

Validitas dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbeda dengan validitas pada penelitian formal misalnya penelitian kuantitatif. Pada penelitian Kuantitatif, validitas ditekankan pada keajekan alat ukur sebagai instrumen penelitian. Sedangkan pada PTK validitas itu adalah keajekan proses penelitian seperti yang disyaratkan dalam penelitian kuantitatif. Kriteria validitas untuk penelitian kualitatif adalah makna langsung yang dapat diterapkan untuk menentukan keajekan pelaksanaan tindakan (Burns, 1999 dalam Sanjay, 2011).

Macam-macam validitas
a. Validitas demokratik
Validitas demokratik berkenaan dengan keajekan peran yang diberikan setiap kelompok yang terlibat serta berbagai saran dan pertimbangan yang diberikan oleh kelompok yang terlibat tersebut berkaitan dengan perlakuan atau tindakan yang dilakukan oleh peneliti, yaitu guru itu sendiri serta pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya. Salah satu syarat untuk timbulnya validitas demokratik adalah keterbukaan dari guru sebagai pelaksana PTK. Guru perlu menerima berbagai masukan dan saran yang diberikan oleh setiap orang yang terlibat. Guru juga perlu mendorong agar setiap orang bicara mengemukakan pandangan dan penilaiannya secara bebas. Melalui keterbukaan dari sertiap orang yang terlibat, memungkinkan keajekan proses penelitian akan terjamin.

b. Validitas hasil
Validitas hasil berkenaan dengan kepuasan semua pihak tentang hasil penelitian. PTK adalah penelitian yang membentuk siklus. Oleh karena itu, valididtas hasil juga ditandai dengan mucnulnya masalah baru setelah terselesaikan suatu masalah yang menjadi fokus penelitian.

c. Validitas proses
validitas proses  berhubungan dengan proses tindakan yang dilakukan guru. SEbelum melakukan tindakan guru perlu mengakji konsep-konsep baik secara teoritis maupun secara praktis yang berkaitan dengan alternatif tindakan. Di samping itu, validitas proses juga berhubungan dengan kemampuan guru dalam proses pengumpulan dan analisis data, misalnya kemampuan melakukan observasi, kemampuan membuat catatan lapangan, kemampuan mendeskripsikan dan memetakan data yang terkumpul. Kemampuan ini dapat mempengaruhi proses dan kualitas penelitian.

d. Validitas Katalitik
Validitas ini berkaitan dengan cara dan peran baru sesuai dengan tindakan yang dilakukan untuk memecahkan masalah. Validitas katalitik ditentukan oleh setiap orang yang terlibat untuk terus-menerus memperdalam pemahamannya baik secara teoritis maupun praktis yang berkaitan dengan tindakan yang dilakukan guru atau peneliti. Validitas katalitik sangat diperlukan PTK, sehubungan dengan perlunya penerapan hal-hal baru dalam pross pembelajaran. Dengan demikian validitas katalitik erat kaitannya dengan proses pembaruan.

e. Validitas dialogis
Validitas ini berkaitan dengan upaya meminimalisir unsur subyektivitas baik dalam proses maupun hasil penelitian. Validitias dialogis dilakukan dengan meminta teman sejawat untuk menilai dan memberi pandangan tentang tindakan yang dilakukan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Validitas dialogis ditentukan oleh kemampuan guru sebagai peneliti untuk melakukan dialog secara kritis khususnya dengan teman sejawat untuk memberikan kritikan terhadap yang telah dilakukannya.

Itulah 5 validitas yang disarikan dari buku PTK karya Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd. Agar lebih dapat memahaminya tentu tiada upaya lebih maksimal yang dapat dilakukan selain mempraktekkannya. Selamat memperbaiki proses di ruang-ruang kelas. Semoga sukses.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar