Jumat, 31 Januari 2014

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

1. Metode Diskusi


Sejak 1 Oktober 2013 saya mulai ditugaskan kembali sebagai pengawas, setelah selama 2 tahun sebelumnya meninggalkan tugas tersebut karena melanjutkan pendidikan di Jakarta. Menjadi pengawas sekolah lagi adalah pekerjaan yang sesuai dengan apa  yang saya pelajari di Kampus. Kegiatan memantau, menilai, dan membina warga sekolah kini menjadi kegiatan harian yang harus saya lakoni sebagai rutinitas, sebuah amanah dari rakyat Indonesia.
Kini, hampir 4 bulan tugas itu saya emban. Sudah ada 9 sekolah yang  secara aktif saya kunjungi. Setiap kunjungan saya jumpai hal-hal menarik, baik yang berhubungan dengan tugas maupun yang diluar tugas kepengawasan. Hal menarik itu bisa berasal dari guru, siswa, kepala sekolah, lingkungan sekolah atau bahkan kejadian yang terekam saat perjalanan menuju ke sekolah binaan. Untuk hal-hal yang tidak enak biarlah menjadi pengalaman pribadi saya saja. Belum ada niat untuk menceritakannya di sini.
Dari beberapa sekolah yang saya kunjungi, ada beberapa hal penting yang butuh perbaikan. Salah satunya adalah Strategi Belajar Belajar yang diterapkan oleh teman-teman guru di dalam kelas. Pembelajaran berlangsung seolah apa adanya, monoton, kurang semangat, dan terkesan kurang direncanakan. Meskipun tentu saja teman-teman guru semuanya memiliki prencanaan pembelajaranyang ditunjukkan pada pengawas yang datang berkunjung. Saya memang belum melakukan riset tentang keadaan ini, juga bukan bermaksud ingin menduga-duga, hanya berdasarkan fakta saja maka saya ingin membagi tulisan ini buat teman-teman guru, semoga bermanfaat.

Pendahuluan
Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, serta mengena pada tujuan-tujuan yang diharapkan. Agar dapat memiliki strategi ini, guru harus menguasai teknik-teknik penyajian. Teknik penyajian ini yang sering kita sebut atau dikenal secara luas di kalangan guru sebagai metode mengajar.
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang diterapkan guru di kelas. Penting sekali guru menguasai metode ini, karena tujuan pembelajaran di kelas bisa berbeda-beda, tergantung pada materi pelajaran, suasana di dalam kelas maupun antar kelas yang beragam, dan juga bisa dipengaruhi oleh daya dukung yang dimiliki oleh sekolah. Metode yang digunakan oleh guru untuk memotivasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi akan berbeda dengan metode yang digunakan guru untuk tujuan agar siswa mampu berpikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri dalam menghadapi segala persoalan (Roestiyah, 2001).

Metode mengajar
Ada bermacam-macam teknik atau metode mengajar. Setiap metode tentu memiliki keunikan tersendiri, sehingga menjadi penting juga bagi guru untuk memilih metode sesuai dengan tujuan pembelajaran. Jadi untuk tujuan yang berbeda maka metode yang digunakan juga harus disesuaikan.
Berikut ini beberapa metode yang saya sarikan dari buku Roestiyah (2001).
1.       Teknik Diskusi
Dalam diskusi terjadi interaksi antara dua individu atau lebih, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, semua siswa aktif.
Keunggulan teknik ini antara lain:
  • Kelas dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, mudah mengelola kelas
  • Mempertinggi partisipasi secara individual
  • Rasa sosial dapat dikembangkan
  • Ada kemungkinan saling mengemukakan pendapat
  • Demokratis
  • Memperluas pandangan
  • Menghayati kepemimpinan bersama-sama
  • Mengembangkan bakan kepemimpinan


Berapa kelemahan juga ditemukan, yaitu:
  1. Bisa memerlukan waktu yang panjang bila terjadi perbedaan pandangan saat diskusi.
  2. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
  3. Hanya disukai oleh siswa yang senang berbicara
  4.  Biasanya orang menghendaki pendekatan yang formal


Metode diskusi baik dilaksanakan apabila:
  •  Hal-hal yang dipermasalahkan menarik minat dan perhatian siswa. Misalnya tentang manfaat dari internet bagi siswa.
  •  Masalah harus mengandung banyak kemungkinan jawaban, dan masing-masing jawaban dapat dijamin kebenarannya. Contohnya adalah wacana pemindahan Ibu Kota RI dari Jakarta keluar pulau Jawa.

Metode diskusi ini pun bermacam-macam, yaitu:
  1. Whole group (15 orang)
  2. Buzz-group (8 orang)
  3. Panel (3-6 orang)
  4. Symposium
  5. Caologium
  6. Informal-debate
  7. Fish bowl


Inilah teknik/metode pertama yang bisa saya postingan. Selanjtunya akan saya sampaikan ditulisan berikutnya. Kalau pembaca mau lebih jelas, belilah bukunya.


Disarikan dari buku Dra. Roestiyah N.K. dengan judul Strategi Belajar Mengajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar