Sabtu, 28 April 2012

METODE PEMBELAJARAN

METODE DISKUSI KELOMPOK


Metode pembelajaran yang monoton membuat bosan murid dan juga guru yang mengajar. Metode Pembelajaran yang lazim digunakan oleh banyak guru dalam mengajar dan juga pengawas dalam melatih atau melakukan pembinaan adalah metode ceramah. Memang ada sebagian besar guru yang sepertinya susah berpindah atau paling tidak mau memberikan variasi penggunaan metode pembelajaran selain metode ceramah. Begitu akrabnya metode ceramah ini juga menutup peluang motivasi guru mau menggunakan metode lain.

Apakah sulit memvariasikan metode dalam pembelajaran? Jawabannya tentu relatif, tergantung pada kemauan dan kamampuan guru di dalam kelas. Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sejak tahun 2006 sampai sekarang ini ditunjang oleh begitu gencarnya promosi bermacam-macam metode pembelajaran oleh Kemdikbud, secara umum kita mengenal istilah itu dengan nama "model-model pembelajaran" modern. Model ini adalah metode pembelajaran yang dimodivikasi dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga pembelajaran di kelas menjadi pembelajaran yang  aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna. Sedangkan metode dasar yang dipakai tetap ada 3 tipe yaitu metode tipe belajar visual, auditoral, dan tipe kinestetik.

Salah satu metode pembelajaran sederhana yang dapat digunakan untuk memvariasikan pembelajaran di kelas --supaya jangan melulu ceramah-- adalah metode diskusi kelompok. Metode diskusi kelompok ini dilakukan dengan cara membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4 sampai 5 orang. Metode diskusi kelompok ini memang dianggap kurang efektif (menurut pengakuan beberapa orang guru), misalnya :
  1. Siswa banyak yang tidak serius berdiskusi, kebanyakan siswa justru hanya bermain-main dalam kelompoknya dan bukan belajar.
  2. Yang bekerja orangnya hanya itu-itu saja, artinya setiap kelompok mempunya satu atau dua orang tim ahli yang bertanggung jawab menyelesaikan semua tugas.
  3. Biasanya kelas menjadi ribut.
Serta beberapa alasan lain yang membuat guru bersikukuh menggunakan metode ceramah tanpa ada variasi dengan metode lain.
Berdasarkan pengalaman beberapa orang guru yang berdiskusi dengan penulis, ada beberapa trik yang harus dilakukan agar metode diskusi kelompok dapat berjalan dengan baik di kelas, antara lain:
  1. Usahakan setiap kelompok mempunya tugas yang berbeda, bisa indikator atau materinya, 
  2. Masing-masing anggota setiap kelompok juga mendapatkan tugas yang berbeda di dalam kelompoknya,
  3. Kriteria penilaian dalam proses diskusi dari awal sudah disepakati, misalnya kita menetapkan indikator penilaian proses diskusi adalah : kerja sama, kecepatan, ketepatan, kreatifitas, dan hasil diskusi.
  4. Waktu pelaksanaan diskusi dibatasi, misalnya 10 menit, 15 menit atau 20 menit. Disesuaikan dengan beban tugas yang didiskusikan.
  5. Hasil diskusi kelompok dipresentasikan, dan wakil kelompok yang mempresentasikan tidak boleh sama, artinya setiap anggota kelompok harus mendapatkan tugas mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
  6. Selama proses diskusi guru jangan meninggalkan kelas, setiap kelompok harus dibimbing, diawasi, dan dinilai.
  7. Hasil penilaian pelaksanaan diskusi diumumkan pada saat kegiatan penutup
  8. Jangan lupa dibuatkan dokumenasinya, sebagai kenang-kenangan sekaligus menjadi arsip dan bukti fisik
Inilah hasil pengalaman dan diskusi dengan guru-guru yang pernah penulis lakukan. semoga bermanfaat.  Sebagai pelengkap dari tulisan ini penulis sematkan cuplikan proses diskusi materi jaringan hewan kelas XI.IPA SMA Negeri Unggul Tahun 2009.  Wassalam


Pelaksanaan Metode Diskusi Kelompok

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar