Senin, 05 Januari 2015

GURU "GILA" JADI IDOLA


Hari ini adalah Senin, tanggal 5 Januari 2015, merupakan hari pertama semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Hari pertama yang berbeda dari tahun sebelumnya. Ya, hari inilah dimana sekolah dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk dipilih, mau lanjut K-13 atau K-2006! Di tengah gonjang-ganjing kurikulum itulah tugas kepegawasan semester genap ini saya mulai.

Selain itu juga masih ada soalan hot lain, apalagi kalau bukan SKP. Bisa panjang kalau kita bahas SKP pada postingan kali ini. Maklum, hal terang benderang itu ternyata bisa berbeda pemahamannya kalau sudah sampai ke otak para guru. Ada yang lantang kepingin buat SKP 2015 lagi. Gak sadar kalau yang 2014 itu saja belum bisa dipenuhi kontraknya. "Saya kiri cuma diisi-isi aja, gak harus ada lampirannya", itu komentar salah seorang guru di sekolah.

Hari pertama ini saya mengunjungi SMK terbesar di Kabupaten Aceh Timur, SMK Negeri 1 Idi. Sekolah yang sudah mulai menemukan jati diri sebagai SMK Teknologi. Proses panjang sempat saya dengar dari pelaku sejarah sekolah ini, siapa lagi kalau bukan sang Waka Kurikulumnya yaitu Pak Antoni. Dari diskusi ringan dengan beliau di ruang kepsek saya baru tahu kalau di SMK ini dulunya ada jurusan perhotelan. Hehehe, hebat betul sekolah ini, hotel tak ada tapi berani buka Jurusan Perhotelan. Namun itulah sejarah, mungkin semangatnya adalah untuk menerima aspirasi atau minat siswa yang ingin kerja di hotel-hotel di luar Aceh Timur.

Hari ini aktivitas sekolah dimulai dengan pelaksanaan upacara bendera. Pelaksanaan upacara bendera seringkali dijadikan salah satu indicator aktivitas di sebuah sekolah. Bila upacaranya khidmat, itu menunjukkan sekolahnya bagus. Itu kata para pengawas senior. Kalau sekarang, bisa anda artkan sendiri saja....hehehe.

Selesai upacara bendera, pak Usman, S.Pd.I, Kepsek ke dua yang pernah ada di sekolah ini, didampingi oleh para wakil, mengadakan briefing dan orientasi pada para guru. Saya sempat mendengar pak Antoni menyampaikan briefing dengan penuh semangat berapi-api. Sebagai pengawas saya senang ada kader guru di sekolah binaan saya yang mampu memotivasi guru. Semua tentu saja agar kinerja para guru di sekolah ini meningkat, meroket, dalam pencapaian tujuan sekolah.

Banyak hal saya dapat dari diskusi dengan guru di SMKN 1 Idi tadi hari ini. Terutama berkaitan dengan program-program sekolah ini di tahun 2015. Saya diberitahu sedikitnya ada 4 kegiatan besar dimana SMKN 1 Idi bermitra dengan para pelaku usaha berskala internasional. Harapanya tentu bisa dilaksanakan sesuai rencana besar yang telah disusun.

Di tengah pembicaraan hangat, pak Abdul Munir, Kadisdik Aceh Timur, muncul bersama seorang wartawan dari harian Rakyat Aceh. Diskusi bertambah hangat. Lebih hangat lagi saat diskusi menjurus pada niat pak kadis yang akan memfasilitasi penyediaan ruko 3 pintu untuk UP sekolah ini. Wah ini ide bagus. Semoga yagn ini juga bisa direalisasikan. Sehingga para siswa bisa mengaplikasikan kompetensi  yang diperoleh dari sekolah kedalam dunia nyata yaitu dunia kerja.

Di luar pagar sekolah ini, tentu ada yang pro dan kontra terhadap semua yang berlaku di SMKN 1 Idi. Terutama sosok Top leader di sekolah ini yang sering kali diperbincangkan track record nya.Namun bagi kita yang berpikiran positif tentu bisa melihat sisi positif dari siapapun. SMK memang beda. Sekolah ini telah menyepakati kembali ke kurikulum 2006, meskipun tetap siap melaksanakan K-13 bila dalam rapat besok diputuskan begitu. Kesiapan kembali ke Kur-2006 adalah bentuk ketaatan pada peraturan tertinggi walaupun gonjang-ganjing nya tetap ada sampai sama keluar dari pintu pagar pukul 13.45 WIB tadi.

Ada kesimpulan penting buat saya, dimana dalam mencapai visi misi dan tujuan SMK ini sangat dibutuhkan guru-guru yang GILA, bukan guru-guru biasa. Guru gila saja yang mau berbuat sampai bisa terwujud visi misi sekolah walaupun rintangan dan halangan menghadang di depan. Perubahan butuh suasana gila. Ya, gila yang dilepaskan mengalir lembut dari mulut sang Wakakur untuk tipikal Kepala Sekolah yang selalu Gali Ide Langsung Aksi. Semakin serius dan seringnya anda GILA, maka tak butuh waktu lama untuk menjadi Idola.

Tak terasa hampir jam 2 siang, saya harus segera meninggalkan ruang diskusi. Sampai jumpa lagi di sekolah lain.

Salam pembelajaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar