Jumat, 16 Januari 2015

SEMUA BISA MENULIS, SEMUA BISA DITULIS


Banyak rekan pendidik menjadikan kegiatan menulis sebagai momok. Takut salah, hingga menjadi malas untuk memulai berlatih menulis. Terasa selalu ada kegiatan, akhirnya merasa gak punya waktu untuk duduk sekedar menuangkan ide-ide yang melintas cepat dalam batok kepala. Ada juga yang merasa tertekan dan merasa gak punya ide apapun buat ditebar ke layar monitor. Begitulah "momok" rekaan diri yang pada gilirannya menjelma menjadi persoalan profesi.

Tidak jarang ada juga pribadi pendidik yang ambil jalan pintas. Saat menulis dijadikan parameter guru berkualitas dan dibuktikan dengan kegiatan publikasi ilmiah, uang dijadikan penolong. Untuk apa menulis, capek dan butuh waktu lama, menyita pikiran, dan lain-lain keluhan pun muncul. Uanglah yang jadi "Dewa Penolong" semu. "Beli aja", gumam seorang teman yang sedang berbisik dengan temannya. Hehehe, rezeki nomplok bagi yang ahli copy paste. Alih-alih membantu, tapi menangguk untung. Rupiah pun masuk kantong, mengalir teratur seiring periode kenaikan pangkat guru yang setahun 2 kali dilaksanakan.

Bila ada sedikit saja kemauan untuk berlatih, menulis bukanlah sebuah momok. Menulis adalah proses belajar yang harus dilakoni terutama bagi seorang pendidik. Menulis bisa jadi hobi yang positif dan memberikan daya dorong signifikan peningkatan kognisi. Keteraturan hidup dimiliki oleh seorang penulis sejati. Bagi pemula belumlah sampai ke tingkat itu, minimal memiliki keteraturan dalam bentuk jadwal membaca dan penulis yang lebih jelas.

Bila waktu adalah ilmu, maka menulis menjadi salah satu kunci untuk sampai kepada ilmu. Tulisan yang telah ditulis itu bermanfaat buat penulis, juga untuk pembaca. Sejak memulai latihan menulis di Blog sejak 2011 lalu, /Alhamdulillah sudah ada beberapa tulisan yang dibuat di media massa. Terakhri tulisan yang dibuat di Majalah Potret. Bahagia.

Hanya satu kata saat tulisan kita kembali kepada kita dalam bentuk yang berbeda. Kala dikirim melalui email 2 bulan lalu, tak terbayang ia akan kembali dengan bentuk yang lebih indah. Tiada kebetulan yang sempurna di semesta ini, semua sudah ditentukan sang Pemilik kehidupan sebenarnya. Kita hanya butuh berlatih. Tulislah apa saja yang ingin anda tulis. Bila masa nya telah tiba barulah kita tahu arti besar aneka tulisan yang telah dihasilkan. Jangan minder dengan sederet naam besar. Semua kita bisa menulis, semua hal bisa ditulis. Selamat berlatih.

Terima Kasih buat Majalah Potret yang telah memuat tulisan saya.

Salam literasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar