Selasa, 07 Januari 2014

Mutu Pendidikan Sekolah

Mutu adalah satu kata yang masih menyiratkan persoalan besar di Indonesia, khususnya berhubungan dengan mutu pendidikan. Apalagi belum lama ini ranking pendidikan Indonesia berada di kelompok kelas bawah (rendah) berdasarkan  hasil penilaian Programme for International Study Assessment (PISA) 2012 (Tempo, 6 Des 2013).  

Mutu pendidikan merupakan salah satu tema pokok bagi dunia pendidikan Indonesia, selain persoalan pemerataan dan efisiensi. Mutu pendidikan itu sendiri memang sulit didefinisikan secara jelas. Sebagaimana dikatakan oleh Mc Mahon (dalam Wirda dan Purwadi, dalam Balitbang Dipdiknas 2007): "although all agree that the quality of education is important, it is also illusive and har to define". Jadi meskipun umumnya semua orang sudah setuju bahwa mutu pendidikan itu penting, tapi juga masih merupakan bayang-bayang dan sulit untuk mendefinisikannya. 

Tanda bahwa tidak jelasnya mutu pendidikan, dikatakan bersifat elusive, Menurut Mc Mahon ada 7 hal:

  1. mempunyai banyak arti,
  2. sebagai sasaran pendidikan bisa terjadi konflik dengan sasaran lainnya,
  3. definisi tertentu mungkin sensitif secara sosial dan politik,
  4. perhatian terhadap kualitas biasanya terkait dengan kritik di masa lalu,
  5. paling tidak di beberapa bagian populasi tidak pernah sebaik seperti yang seharusnya,
  6. target kualitas kurang dapat disentuh, kerap lebih sulit untuk dicapai daripada target kuantitas,
  7. interaksi perubahan dalam kualitas, efisiensi, dan keadilan bersifat kotroversial.
Meskipun demikian para ahli tetap berusaha memberikan baasan dalam upaya memberi arah pada pelaksanaan program-program pendidikan. Salah satu batasan tentang mutu pendidikan dilihat dari 4 aspek, yaitu:
  1. keluaran atau output (aspek kognitif saja)
  2. keluaran (aspek koginitif dan afektif (nilai))
  3. keluaran jangka panjang (outcome), dan 
  4. input, proses, dan output
(bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar