Kamis, 29 Maret 2012

TUGAS PENGAWAS

Musyawarah Guru Mata Pelajaran




Mendengar kata MGMP, tentu kita terbayang sebuah kegiatan guru yang memerlukan anggaran besar, yang hanya bisa terlaksana jika ada kucuran dana dari Dinas Pendidikan Kabupaten atau Provinsi. Hampir setiap tahun memang Dinas Pendidikan Kabupaten dan Provinsi menyelenggarakan kegiatan MGMP jenis pertemuan guru yang lainnya sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru. Namun ternyata, banyak MGMP tersebut yang melenceng dari tujuan mulianya semula.
Aneka persoalan kadang muncul saat MGMP itu dilakukan, antara lain:

Penyiapan media-MGMP Sosiologi
MGMP Eko SMA-Membuat media

  1. Guru yang dipanggil mengikuti kegiatan MGMP hanya guru-guru tertentu saja, kurang merata, malah ada guru mata pelajaran tertentu yang sudah hampri pensiun tapi tidak pernah dipanggil ataupun diutus sebagai peserta musyawarah. Lebih khsusunya lagi adalah guru-guru yang mengajar mata pelajaran yang tidak masuk dalam Ujian Nasional.
  2. Materi dalam musyawarah tidak kontekstual, atau kurang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi guru di sekolah. Apalagi banyak tutor atau fasilitator MGMP bukan dari kalangan guru. Kalau materi MGMP nya peningkatan konten atau penguasaan materi pelajaran tidak terlalu sulit, namun bila yang dihadapi adalah menyangkut suasana di dalam kelas dalam menghadapi tingkah laku anak yang bermacam-macam itu, fasilitatornya mesti dari guru juga, sehingga minimal memiliki emosi yang mirip dengan para guru. Kalau diisi oleh para Akademisi (pengajar di kampus) atau tutor dari Dinas, prosesnya jadi sama seperti jaman dahulu lagi "menuangkan air ke dalam gelas".
  3. Guru yang pulang dari MGMP tidak ada perubahan perbaikan dalam menjalankan profesinya.

Praktek menggunakan Media-MGMP Soso
Kalo kita mau tulis tentu masih banyak lagi keluhannya. Mengapa bisa begitu, musyawarah untuk mencari ilmu agar dapat menyelesaikan masalah di sekolah, telah menjadi ajang mengejar ehemm..ehemm..uang saku harian dan uang transport, apalagi kalo MGMP nya di Jakarta, uang trasnportnya besar karena naik pesawat. Sebabnya tidak lain karena MGMP itu belum menjadi milik guru, melainkan milik pimpro. Jika MGMP itu milik kita para guru, tentu ada rasa memiliki, menjaga dan mempergunakannya dengan baik bagi kepentingan kita.

Saya menyarankan, bagi rekan-rekan pengawas atau guru, bila rekan-rekan mendapatkan masalah atau ingin meningkatkan kompetensi anda melalui MGMP, lakukanlah MGMP itu segera, jangan tunggu ada program dari dinas turun. Bisa-bisa, sampai pensiun anda tidak pernah dipanggil mengikuti kegiatan itu.

Kegiatan penutup Simulasi di kelas, MGMP sos
bagi yang berminat membuat MGMP sendiri, berikut ini ada contoh perencanaan kegiatan MGMP yang pernah kami lakukan bersama para guru di Aceh Timur.

mohon maaf, semoga bermanfaat, wassalam...


 download Proposal MGMP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar