Jumat, 23 Maret 2012

Program Pengawas Sekolah


PEMILIHAN GURU TELADAN


Program Pengawas Sekolah
Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud mempunyai program Lomba Pemilihan Guru Teladan yang dilaksanakan satu kali setiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi guru untuk selalu memberikan yang terbaik dalam melaksanakan aktivitas fungsionalnya di sekolah. Setiap guru berhak mengikuti lomba ini. Bagi guru yang ingin menjadi guru teladan, harus melewati jenjang pemilihan, mulai dari sekolah, kabupaten, provinsi dan selanjutnya bersaing untuk mendapatkan guru teladan tingkat nasional yang biasanya dilaksanakan di Pulau Jawa (Jakarta).
Proses penetapan guru teladan di tingkat pusat (Nasional) mungkin tidak  perlu diragukan lagi prosesnya, karena ditangani oleh para ahli baik dari kalangan akademisi, praktisi dan tentu saja melibatkan unsur Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Di tingkat Provinsi juga keadaannya tidak jauh berbeda dengan di tingkat pusat, walaupun tentu saja kualitasnya tidak sebaik di tingkat pusat.
Pertanyaannya adalah bagaimana penentuan guru teladan di tingkat Kabupaten / Kota dan di tingkat Sekolah? Dari pengalaman penulis sebagai Pengawas Sekolah, selama ini daerah tingkat II kurang mampu melaksanakan kegiatan pemilihan guru teladan, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Masalah yang sering dihadapi daerah tingkat II antara lain:
1.       Sempitnya waktu pelaksanaan pemilihan karena terlambatnya pemberitahuan dari provinsi. Kesannya pemilihan guru teladan menjadi agenda dadakan, padahal semestinya kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang harus diagendakan dari awal penyusunan program kerja dinas pendidikan. Sempitnya waktu ini membuat Dinas Pendidikan Kabupaten langsung menentukan guru teladan tanpa seleksi, tapi menggunakan mekanisme musyawarah melibatkan kepala sekolah.
2.       Jarang ada sekolah yang melaksanaan seleksi guru teladan tingkat sekolah. guru teladan di tingkat sekolah umumnya ditentukan oleh kepala sekolah. penentuannya didasari pada senioritas. Alasannya adalah karena lomba guru teladan ini salah satu unsur yang dinilai adalah lama bertugas (masa kerja guru).
Idealnya guru teladan yang dipilih dari tingkat sekolah dimulai dengan proses pembinaan terlebih dahulu. Inilah salah satu pintu masuk bagi pengawas sekolah untuk memberikan kontribusi aktif dalam pembinaan di sekolah. Pelibatan pengawas sekolah akan meningkatkan validitas guru teladan yang terpilih. Tantangan pembinaan guru untuk mengikuti lomba guru teladan setidaknya membuat pengawas sekolah mampu menunjukkan kompetensi kepengawasannya.
Pemilihan guru teladan yang partisipatif juga semestinya melibatkan siswa. Oleh karena itu dengan menggunakan mekanisme tertentu, siswa harus ikut ditanyakan siapakah guru terbaik yang ada di sekolah. untuk itu perlu disepakati indikator-indikator yang akan dinilai dan ditanyakan pada siswa dalam bentuk angket. Sebagai bahan pertimbangan bagi rekan-rekan pengawas dan kepala sekolah, berikut ini saya lampirkan contoh sederhana Angket Pemilihan Guru Teladan di SMA Negeri Unggul Aceh Timur. Semoga bermanfaat.
wassalam

 contoh Angket Pemilihan Guru Teladan tingkat sekolah bisa diunduh disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar