Kamis, 04 Oktober 2012

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU

MGMP SWADAYA


Berawal dari curah pendapat rekan guru saat saya berkunjung ke SMA Negeri Unggul Aceh Timur, kami lalu menindakluti dengan merancang sebuah program Peer coaching swadaya. Beberapa hal yang disampaikan oleh rekan-rekan guru pada tahun 2010 itu antara lain:
 
MGMP Sosiologi
  1. Guru-guru mata pelajaran IPS merasa dianak tirikan, jarang dilibatkan dalam berbagai kegiatan diklat, penataran, dan kegiatan-kegiatan kedinasan lain.
  2. Guru-guru mata pelajaran non UN menyampaikan kegelisahan karena jarang mendapatkan porsi peningkatan kompetensi, hal ini berdampak pada sulitnya memenuhi persyaratan mengikuti program sertifikasi yang saat itu mensyaratkan porto folio kegiatan pengembangan keprofesian dalam bentuk sertfikat.
  3. Guru-guru secara umum meminta ada pertemuan dengan rekan-rekan guru se Kabupaten Aceh Timur untuk menyepakati berbagai hal, bahan ajar, pembuatan LKS bersama, berlatih membuat karya tulis, dan hal-hal lain yang bisa dijadikan kegiatan peningkatan kompetensi guru se Kabupaten Aceh Timur.
MGMP Kimia, observasi PBM Kesenian
Dari bincang-bincang tersebut, disepakatilah kegiatan peningkatan kompetensi guru rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial, Geografi, Sosiologi, Ekonomi, dan Pendidikan Agama Islam, dalam bentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Mengetahui ada rencana MGMP ini, dua orang guru rumpun IPA, Kimia dan Fisika, meminta kedua mata pelajaran ini juga masuk dalam kegiatan MGMP tersebut. Akhirnya kami memfinalisasi Proposal MGMP untuk mengakomodir keinginan teman-teman. Proposal kami sampaikan kepada Kepala SMA Negeri Unggul Aceh Timur. 

Kepala SMA Negeri Unggul selanjutnya mengizinkan kegiatan boleh dilakukan di SMA Negeri Unggul. Karena kegiatan ini murni keinginan para guru, tidak ada unsur proyek dari Dinas Pendidikan, maka kegiatan bersifat swadaya. Fasilitator kegiatan juga tidak mungkin dihadirkan dari luar komunitas guru aceh timur, oleh karena itulah kegiatan ini selain swadaya juga dilaksanakan menggunakan pendekatan peer coaching atau model tutor sebaya.

Endang Sriwati, S.Pd., mempragakan sebuah
media pembelajaran ekonomi
Kegiatan dirancang sepenuhnya untuk kepentingan para guru, oleh karena itu materi MGMP disepakati menyangkut beberapa item, yakni:
  1. Melatih pembuatan media dan pemanfaatannya dalam model-model pembelajaran,
  2. Melatih pembuatan bahan ajar dalam bentuk LKS dan Diktat.
  3. Melakukan kunjungan atau observasi kelas untuk melihat penerapan model pembelajaran inovatif di unggul
  4. Pembuatan perencanaan pembelajaran (khusus PAI).

Sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai, saya memerikan pre test kepada setiap peserta MGMP.Kegiatan ini berlangsung 6 hari untuk 6 mata pelajaran. Sehingga setiap hari akan diikuti oleh peserta MGMP yang berbeda. Seluruh biaya ditanggung oleh peserta sendiri, sementara SMA Unggul membantu menyediakan tempat. 

Peserta MGMP Mengobservasi kelas
Setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk melakukan observasi kelas, melihat secara langsung bagaimana PBM dilakukan di sini. Dengan adanya agenda itu, maka guru-guru SMA Unggul juga melakukan berbagai persiapan. Jadi dampak positif dari MGMP ini juga ternyata dapat meningkatkan kinerja guru-guru di sekolah ini. Peran saya sebagai fasiliator, mewakili unsur dinas, adalah memantau, memotiviasi, dan memberikan beberapa materi yang dibutuhkan guru. Sebuah kolaborasi yang unik, karena dilakukan diatas kemandirian teman-teman guru. Dukungan Kepala sekola juga amat penting. Pada akhirnya kepala sekolah membantu membiayai dana transport bagi guru peserta.

Dua siswa sedang belajar melukis
Upaya kecil yang bisa dilakukan siapa saja, namun bila kita konsisten, pasti akan menghasilkan sesuatu yang tidak kecil. Semoga teman-teman guru tidak bosan untuk terus belajar bersama dalam semangat keswadayaan dan kemandirian...wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar