Kamis, 19 Maret 2015

MELANJUTKAN RASA BOSAN


Setiap kita pernah dihinggapi rasa bosan. Kebosanan yang datang tiba-tiba tanpa pernah ada perencanaan atau jadwal datangnya. Bosan yang seirngkali membuat seluruh energy untuk beraktivitas hilang. Kebosanan juga kadang bisa membuat saluran motivasi terhambat, macet. Kebosanan seringkali mampir hanya untuk mengajak kita terus masuk dalam lubang kemalasan, malas untuk melakukan rutinitas yang telah terjadwal atau kadang malah telah terjanji.Semoga setelah membaca postingan ini anda akan melanjutkan rasa bosan itu dengan sesuatu yang bernilai positif.

Saya pernah bosan menjadi pegiat LSM, setiap hari adalah proyek dan kerja. Uang menjadi pada awalnya menjadi target utama, maklum, di perantauan Banda Aceh saya butuh banyak uang, paling tidak uang koin untuk nelpon di telpon umum pinggir jalan. Anda tentu sulit sekali menemukan benda langka itu sekarang di sana. Kebosanan itu datang terutama saat job terus berlanjut, tak ada jeda, kurang istirahat, selalu berkutat dengan data, editan, dan laporan. Saat itu ternyata uang tidak bisa membayar kebosanan. Saya jenuh sekali. Untuk menghilangkan kebosanan itu maka saya pindah kerja, tidak lagi menjadi pegiat LSM, saya memilih menerima SK jadi Guru dengan Status PNS.

Status PNS ini membuat saya kehilangan banyak uang. Penghasilan PNS tidak mampu mengimbangi apa yang saya dapat di LSM. Tetapi, dalam kegiatan baru sebagai guru PNS ini ternyata bisa menghilangkan kebosanan yang saya temui di paragraph pertama. Nah inilah pelajarannya, ternyata rasa bosan itu bisa menghantarkan kita pada pekerjaan baru. Jadi, pelajaran pertama ayng bisa diambil dari rasa bosan adalah "apabila kebosanan itu datang, carilah pekerjaan baru dengan tanangan baru dan aktivitas yang baru". Tapi saya juga belum tahu kalau bosan Jadi Guru PNS selanjutnya mau jadi apa. Karena memang rasa bosan ini tidak butuh perencanaan antisipasi.


Rasa bosan kalau tidak dilanjutkan bisa jadi akan menghadirkan bencana. Betapa banyak rasa bosan membuat orang jadi frustasi. Bukan karena bosan miskin, orang kaya raya dan tenar sekalipuan banyak yang mendatangi kematian dengan terpaksa yang disebabkan rasa bosan. Jadi rasa bosan yang datang itu harus dilanjutkan, harus diteruskan, jangan berhenti pada kata "aku bosan". Sebagai guru saya pernah bosan mengajar selama 7 tahun di sekolah yang pertama. Bosan karena segala rutinitas yang saya lakukan akan berulang setiap tahun, dan itu sudah 7 kali saya ulangi. Maka, ketika sudah datang si bosan itu pada saya, segera saya lanjutkan dengan pindah mengajar ke sekolah kedua. kebetulan sekolah kedua membuka lowongan buat guru-guru yang sudah bosan dan jenuh mengajar di sekolah lama tetapi butuh tantangan baru. Jadilah saya tetap sebagai guru tapi punya rutinitas yang baru. Asyik. Semua berubah jadi menyenangkan kembali.

Di sekolah kedua saya belum bosan, saya masih sangat menikmati pekerjaan saya, namun takdir berkata lain, saya harus segera meninggalkan sekolah kedua ini. Adalah perintah menjadi pengawas sekolah yang memisahkan saya dengan komunitas kecil nan unik di dekat dapur bata itu. Saya harus meninggalkan segala fasilitas gratis dan sumber-sumber penghasilan ekonomi, semua diganti dengan rutinitas baru sebagai penjelajah, pengawas the explorer. hehehe. Meninggalkan dunia yang selalu bertemu keceriaan para siswa dan masuk dalam dunia "penuh masalah" para guru-guru. Tentu kasus ini bisa mendatangkan kebosanan lebih cepat dari normalnya. Ingat, anda bisa cepat bosan bila diberikan sesuatu yang baru namun kita belum mampu melihat banyak sisi positifnya. Oleh karena itu, agar rasa bosa ini tidak datang dengan kecepatan super dalam kehidupan saya, maka sebanyak mungkin saya harus bisa menemukan beragam hal positif dari posisi baru yang diberikan. Syukur Alhamdulillah, sisi-sisi positif itu perlahan Nampak dan kebosanan yang telah menunggu itupun perlahan menjauh.

Anda tentu punya banyak trik sendiri untuk mengatasi kebosanan. Setidaknya ada 2 hal yang bisa dilakukan bila bosan itu datang. Dari pengalaman pribadi ini, saya mengatasi kebosanan dengan 2 hal; pertama, mengganti pekerjaan lama dengan pekerjaan baru yang lebih menantang dan aktivitas yang dilakukan seluruhnya berbeda. kedua, cegah kebosanan yang bisa datang kapan saja, melalui penemuan hal-hal positif dari sebuah rutinitas yang sedang anda lakukan. Semakin banyak sisi positif bisa anda temukan, maka energy positif yang akan anda miliki juga akan semakin banyak pula.

Selamat beraktivitas, semoga bisa melanjutkan rasa bosan dalam hidup anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar