Kamis, 01 November 2012

OBSERVASI PENGAWAS

DIOBSERVASI ATAU MENGOBSERVASI 


Dalam kegiatan observasi kelas atau sekolah ada dua pihak yang terlibat, observer dan yang diamati. Dua pihak ini melakukan peran yang berbeda, mengobservasi dan diobservasi. Kedua peran itu berada dalam kesetaraan saat observasi dilakukan agar tujuan pelaksanaan observasi tercapai. Walaupun kenyataannya observer sering ditempatkan sebagai pihak yang lebih dibandingkan pihak yang diobservasi.

Kepala sekolah sebagai observer sering melakukan observasi dengan posisi sebagai atasan guru di kelas. Begitu juga pengawas sekolah, selalu menempatkan guru atau kepala sekolah sebagai obyek observasi. Jadinya kegiatan observasi itu kurang menyenangkan dan terkesan observasi yang dilaksanakan adalah milik observer bukan milik kedua pihak tersebut. Ada baiknya memang pengawas dan kepala sekolah melakukan kajian pustaka sedikit, minimal ada basis teori tentang pelaksanaan observasi yang baik di sekolah.

Teori-teori dan hasil penelitian tentang observasi kelas sudah banyak yang dipublikasikan, tetapi umumnya masih berbahasa Inggris.Hal ini menyebabkan terjadinya delay penyampaian informasi ke para pengawas, guru dan juga kepala sekolah di Kabupaten/Kota. Realitanya kita saat ini masih melihat adanya pengawas sekolah yang melakukan observasi mendadak kepada guru di dalam kelas. Kata teman-teman sih perlu dilakukan observasi mendadak untuk melihat kesiapan guru melakukan pembelajaran, namun kehadiran mendadak ini pula secara nyata membebani mental para guru yang terkejut dan mengalamai ketidaknyamanan profesi saat didatangai secara tiba-tiba oleh pengawas.

Bagaimanakah seharusnya kegiatan mengobservasi dan diobservasi ini kita lakukan?

Kegiatan observasi terdiri dari tiga tahap, yaitu : 1) sebelum observasi (before), 2) saat observasi (during), dan 3) setelah observasi (after). Ketiga tahapan ini harus dipersiapakan dengan baik agar dapat mencapai tujuan observasi secara optimal. Hal-hal apa saja yang harus dilakukan saat kita mengobservasi atau diobservasi dapat dilihat pada tabel perbandingan di bawah ini


Sebelum diobservasi 
(Being observed)

Sebelum Mengobservasi (The observer)
1.       Persiapkan 3 hal untuk dibahas bersama observer
  • Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dikelas,
  • Kegiatan apa yang akan kamu lakukan dalam kelas pada hari itu.
  • Hal apa yang kamu inginkan agar diamati oleh observer

2.       Jelaskan pada observer
  •  Dimana posisi observer duduk yang paling kamu sukai,
  • Apabila kamu menginginkan observer terlibat dalam kegiatan pembelajaran
  • Kelas mana dan kapan waktu observasi yang kamu inginkan

1.       Jelaskan tujuan kegiatan observasi
  • Untuk pengembangan pembelajaran individual?
  • Untuk sebuah tujuan khusus (misalnya tentang prilaku)

2.       Diskusikan bersama kolega anda
  • Apa yang akan terjadi di kelas pada hari itu (observasi)
  • Apa yang akan diamati
  •  Jelaskan apa yang kamu ingin lakukan selama observasi berlangsung
 3.    Menjadwalkan sebuah pertemuan untuk membahas observasi tersebut

Sasat diobservasi (Being observed)

Saat Mengobservasi (The observer)
  1. Perkenalkan observer kepada siswa
  2. Jelaskan pada siswa mengenai tujuan observasi hari ini.
  3. Jelaskan kepada siswa tentang peranan observer
  4. Setelah observasi selesai, catatlah hasil refleksi anda dan jadikan sebagai bahan diskusi dengan observer

1.      Buatlah catatan observasi
  •  Apa saja yang dilakukan/diucapkan guru?
  •  Apa yang dilakukan/diucapkan siswa?
 2.    Catatlah kesan-kesan anda juga pertanyaan-pertanyaan yang ingin anda ajukan; misalnya:
  •  Apakah ada cara lain untuk menyajikan konsep yang diajarkan pada hari itu?
  • Sepertinya semuanya jelas, tetapi mengapa siswa terlihat bingung?
 3.     Catatlah interval waktu apa yang kamu amati dalam buku catatan.
4.       Berpartisipasi di dalam kelas hanya jika diminta melakukan sesuatu oleh guru yang diamati pada saat itu.


Setelah diobservasi (Being observed)

Setelah Mengobservasi (The observer)
1.       Bersama observer, merekonstruksi apa yang terjadi di dalam kelas
2.       Pikirkanlah tujuan pembelajaran di kelas (secara umum) dan sesi kelas yang telah diboservasi.
3.       Siapkan bahan untuk dijelaskan
  • Apa yang kamu anggap sudah baik
  • Apa yang masih ingin anda perbaiki
  • Apakah ciri khusus kelas tersebut
4.       Mintalah penjelasan-penjelasan khusus dan saran-saran yang membangun

1.       Bersama guru, merekonstruksi apa yang terjadi di kelas
2.       Mintalah rekan anda untuk menjelaskan:
  • Apa yang dirasakannya sudah berjalan dengan baik?
  • Hal apakah yang ingin diperbaikinya?
  • Apa ciri khas kelas tersebut?
3.       Dengarkanlah penjelasan rekan anda
4.       Berikan ulasan dan sampaikan hasil evaluasi pengamatan anda
5.       Akhirnya, berikanlah saran-saran konstruktif pada guru.
(School Inspection and Self-Evaluation, 2006; hal 150)

Tiga tahapan observasi yang mungin bisa menginspirasi kita semua mampu melakukan observasi atau siap diobservasi. Tentu saja tiga tahapan ini masih bisa ditambah-kurangi sesuai dengan keadaan dan selera kita tanpa mengurangi makna pelaksanaan observasi itu sendiri. Satu keinginan lainnya dari penulis adalah hendaknya observasi kelas bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya...semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar