Senin, 29 Juli 2013

PERUBAHAN DALAM DUNIA PENGAWAS

PERUBAHAN BERLANGSUNG CEPAT


Tidak terasa sudah dua tahun waktu berlalu sejak pertama kali blog ini ditulis. Awal penulisan blog terjadi tanpa direncanakan. Tercipta dari hasil diskusi dengan kawan-kawan S.2 di FISIP Universitas Indonesia kala penulis melaksanakan tugas belajar peningkatan kualifikasi pendidikan pengawas sekolah di pertengahan tahun 2011 lalu.
Kini, selesai sudah tugas belajar yang diemban sejak 2 tahun lalu. Memang belum melaksanakan tugas secara normal sebagai pengawas sekolah, tetapi sudah menetap kembali di Kota Peureulak. Di tempat yang semuanya telah menunggu tindak lanjut sebagai hasil pengembaraan 2 tahun di Jakarta. Tidak banyak memang yang bisa diberikan tetapi penulis yakin meski sedikit akan memberi manfaat bagi peningkatan kinerja pengawas sekolah.
Mengamati apa yang terjadi selama dua tahun, ternyata terjadi banyak perubahan. Tidak banyak perubahan yang bisa dituliskan, hanya hal-hal terdekat yang berhubungan langsung dengan tugas pengawas.

  1. Perubahan petama adalah berpindahnya Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur dari Kota Langsa ke Kota Idi. Secara permanen ibukota berpindah pada tahun 2012. Dengan fasilitas seadanya, pemerintahan baru aceh timur memindahkan ibukota agar bisa fokus melakukan pembenahan secara keseluruhan di aceh timur. Dampak pemindahan untuk jangka pendek terasa berat di kalangan staf atau pegawai, karena harus mengeluarkan tambahan biaya transport. Namun begitu, saat ini kegiatan pemerintahan sudah berangsur-angsur normal setelah masuknya aliran listrik dan pemompaan air tanah untuk kebutuhan harian kantor. maklum, lokasi perkatnoran berada di daerah perbukitan dan belum ada instalasi perusahaan air minum daerah.
  2. Perubahan kedua adalah bergantinya rezim pemerintahan dari Pemerintahan Independen hasil Pilkada 2006 kepada Rezim Pemerintahan Aceh yang dipilih sejak 2011. Pemerintahan yang didominasi oleh Partai Lokal Aceh yaitu PA (Partai Aceh). Belum ada sesuatu yang spesial, tetapi perubahan di jajaran struktural dinas pendidikan telah terjadi. Kepala Dinas, Kabid, dan beberapa jabatan lain telah berganti. Jadi, saat izin tugas belajar dengan kadis lama sedangkan saat melapor telah selesai dilaporkan pada kadis baru. Semoga memberikan semangat baru dan nuansa baru yang lebih baik.
  3. Perbuahan ketiga adalah pada kurikulum. Ketika penulis meninggalkan aceh timur untuk tugas belajar di Jakarta, kurikulum yang berlaku adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Saat ini sedang dipersiapkan untuk pelaksanaan kurikulum 2013. Belum ada persiapan maksimal untuk kegiatan kepengawasan menggunakan kurikulum 2013, tetapi nampaknya semua sekolah binaan, pihak di dinas, juga masih bertanya-tanya tentang kurikulum baru ini. Meski dilaksanakan tahun ini, nampaknya baru sebatas uji coba, itu kalau tidak mau menyebutnya dengan istilah dipaksakan.
  4. Perubahan yang keempat adalah tim pengawas. Ada pertukaran anggota pengawas. ada pengawas yang dilantik menjadi pejabat struktural. Sebagai gantinya pengawas mendapatkan tambahan anggota dari para mantan kepala sekolah. Ada empat orang kepaal sekolah yang tahun ini bergabung dengan pengawas dikmen. Semoga tim baru bisa lebih solid dalam melakukan kegiatan kepengawasan di Aceh Timur.
  5. Perubahan kelima adalah yang paling dibicarakan, tahun ini terjadi kenaikan harga BBM sebesar dua ribu rupiah. kenaikan yang kecil hanya Rp.2000 per liter, tapi kalau selama ini pengawas sekolah menggunakan mobil pribadi, tentu terasa sangat berat. Ibukota makin jauh, bbm tambah mahal diikuti dengan harga-harga lain. Harapannya teman-teman pengawas tidak mengurani frekuensi kunjungan hanya karena ada kenaikan biaya operasion pengawas (BOP). Dana tunjangan profesi (sertfikasi) semoga bisa membantu menutupi defisit biaya opeasional itu.
  6. Perubahan keenam adalah perubahan pada lambang dan bendera aceh. Meski masih kontroversi, DPRA telah meng Qanunkan bendera bulan bintang (dulu lamban GAM) menjadi bendera aceh dan lambang Buraq-Singa sebagai lambang Aceh. Lambang dan Bendera biarlah menjadi pertanda Aceh yang ingin bangkit dari keterpurukan konflik menjadi daerah yang Damai, Aman, dan Sejahtera serta nyaman melaksanakan Syariat Islam Kaffah.
  7. Perubahan ketujuh yang paling kecil mungkin. Mulai hari ini bisa lancar mengunggah tulisan di blog, karena sudah ada jaringan speedy....
Selamat bertemu kembali para pembaca blog dan Selamat menunaikan ibadah puasa 1434H. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar