Rabu, 24 Agustus 2016

JATUH PADAMU


Tak tahan rasanya hati ini karena telah membuat mu bersedih. Tiada niatan untuk membuat menangis apalagi sampai melukai perasaan mu. Namun, aku hanya manusia biasa yang kadang tak bisa mengendalikan emosi, ego, dan kekurangan nalar nurani. Kadang tak mampu hadir dengan cinta yang bagai dulu sebab beban hidup yang kupikul saat ini sejujurnya memang tidaklah ringan lagi. Engkaupu tahu itu.

Sayang, tahukah kamu, betapa setiap kali membayangkan kau menangis karena aku, hati ku juga tak kuasa menahan pilu. Betapa air mata mu itu adalah benda yang bisa bikin kalbu ku tergetar, tak sanggup. Benar-benar tak sanggup aku melihat ia berderai, turun di pipi mu yang putih, meskipun usia mu tak semuda dulu, namun air mata itu tetap sama nilainya bagai dulu. Itulah, air yang kehadirannya selalu bikin aku resah, setiap rencana bisa berubah, bahkan keyakinan terhadap apa yang telah kulakukan pun bisa sirna. Air mata mu, semoga tak lagi keluar karena sedih, tak lagi meluncur deras karena hati perih. Perih karena luka oleh sayatan kata-kata dan tingkahku yang kadang kulakukan tanpa kusadarai. Doaku, semoga air mata bahagia saja yang boleh keluar dari matamu yang indah.

Kasih, makin berat beban ini maka semakin kubutuhkan dirimu, hadir di dekatku, temani aku, bantu aku, dan sokong aku hingga tunai semua hak, semua kewajiban, dan segala amanah yang telah diembankan kepadaku. Aku butuh kamu, benar-benar butuh. Bukan karena siapa-siapa, bukan karena apa-apa, aku butuh engkau karena memang hanya engkaulah yang bisa melaksanakan tugas itu. Dan, karena alasan itulah dulu aku jatuh pada mu.

Manis, kuingin bahagiakan dirimu, bukan dengan apa yang aku punya, aku ingin bahagiakan mu dengan apa yang aku yakini kuat bahwa dirimulah bidadari, anugerah Tuhan pada diriku yang asing, sendiri di alam fana ini. Kuingin bahagiakan dirimu, sebesar keinginan ku tuk hidup terus bersamamu, dari alam dunia ini hingga kita sama-sama nanti menghadap kepada Nya. Percayalah.

Cintaku, baru sekejap kita tak bersama, terpisah karena emosi ku juga,kini  kutanggung beban rindu dibalut dengan penyesalan tiada berujung. Hanya satu harapan yang masih tersimpan, kuingin meminta maaf lagi kepadamu, dengan ketulusan hati mu yang putih bersih, berilah lagi aku kesempatan untuk jatuh pada mu. Semoga engkau tetap percaya, tiada akan ada sesiapapun bisa gantikan dirimu di hidup ku.


Cinta mu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar